#1 - Pinta tuk Semesta
Pinta tuk Semesta
Kala surya menuntun rasa rindu,
pertemuan ialah tujuan akhir tanpa sendu.
Aku dan kamu kala itu, berbisik lembut pada langit biru...
Bersama roda empat melaju, kuterpukau akan makhluk disisiku.
Puluhan rute terlewati, seraya perahu terjang keruhnya mentari.
Pilu hilang, rindu menerang, senyum tawamu s'lalu terbayang.
Genggam tanganku erat bagai elang, seakan esok tak lagi datang.
Terngiang jelas lagu semasa, terus bergejolak menyambut senja.
Rasa mengalir begitu deras,
turunnya mentari menyaksikan kisah tanpa paras.
'Aku dan kamu menjadi kita, rasa menyatu tak bersisa.
Aku dan kamu menjadi kita, seluruh kata semakin terasa.'
Meski begitu indah tergali, tak berkutik 'tuk dapat kembali
Waktu adalah alat paling keji, bagi seluruh kami yang bernadi
Kini kusadari, semesta pun sudah tak lagi bersaksi
...
Semesta dan waktu,
kerap memberi kelegaan bagi yang rapuh,
namun mengirimkan ragu bagi yang luruh.
Bagai dua insan yang tak pernah meredam ego sendiri,
semesta kan mengatasi sedang waktu kan menghabisi.
Waktu hanya berjalan sekali
dan semesta kan t'rus bekerja mengiringi.
Teruntuk semestaku dan dirimu,
hanya satu pintaku,
dapatkah kau berpihak pada rasa itu?
Komentar
Posting Komentar