Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

#6 - Rasa Penuh Usang

#6 - Rasa Penuh Usang Pernahkah kau berpikir,  jika mentari esok tak lagi menjadi senja?  Pernahkah kau bertanya,  bagaimana kata yang terlontar mampu mematikan segala?  Pernahkah kau merasa,  hidup dalam raga yang penuh lara?  Seluruh hal yang tercipta, sudah tak lagi memberi tawa.  Sekian lama bertahan pada ujung pisau yang menyayat,  sudah saatnya terbiasa akan sakit yang mencuat.  Leganya kata pun tak mampu bersanding, namun mengapa aku justru tak mampu berpaling? Aku benci. Aku benci diriku sendiri. Aku benci tuk merasa mati. Rasa sakit tidaklah selamanya menyakiti, selain pertanda bahwa diriku masih bernadi. Namun apa lagi daya diri? Bila keusangan rasa t'lah hadir menghampiri, baik dirimu dan diriku sendiri. Mungkin ini semua kembali pada hati nurani,   yang peka akan kesalahan, melupa akan kebaikan. Ketika lelah pun menerjang, tak terelak rasa kan mengusang. -EN- 

#5 - Pilihan atas Ragu

Pilihan atas Ragu Pilihan hidup memanglah satu hal yang tak pernah redup. Bahkan terkadang ia ditemani oleh ketidakpastian, dan terisi penuh oleh kepalsuan. Sinkronisasi dua pilihan, bukanlah titik hitam di sebuah putihnya lembaran. Tak pernah jelas, tak terbatas, dan tak sedikitpun melugas. Suatu pilihan akan jalan pikiranmu yang dapat terbang atau perasaanmu yang penuh kepayang, manakah yang akan kau turuti? ... Ia tak pernah mengelak, kan terus bergerak, dan tak akan membeda. Ia tak mampu memanipulasi waktu. Bahkan ia tak memiliki alasan tuk menderu. Ia adalah perasaanmu yang tak pernah kau sentuh, ia adalah hatimu yang tak pernah meneguh. Jagalah isi kepalamu dengan penuh kebijaksanaan,  namun peliharalah hatimu tuk terus menuluskan. Otakmu adalah aset yang selalu kau kembangkan, orang lain pun mampu terpaku dengan seluruh kelogisan. Tetapi hatimu adalah sebuah satuan yang tak lagi dapat terukur. Orang tak akan memberi percaya pada rasa, pula tak mampu terbaca oleh seluruh indr...