#5 - Pilihan atas Ragu
Pilihan atas Ragu
Pilihan hidup memanglah satu hal yang tak pernah redup.
Bahkan terkadang ia ditemani oleh ketidakpastian,
dan terisi penuh oleh kepalsuan.
Sinkronisasi dua pilihan, bukanlah titik hitam di sebuah putihnya lembaran.
Tak pernah jelas, tak terbatas, dan tak sedikitpun melugas.
Suatu pilihan akan jalan pikiranmu yang dapat terbang atau perasaanmu yang penuh kepayang,
manakah yang akan kau turuti?
...
Ia tak pernah mengelak, kan terus bergerak, dan tak akan membeda.
Ia tak mampu memanipulasi waktu.
Bahkan ia tak memiliki alasan tuk menderu.
Ia adalah perasaanmu yang tak pernah kau sentuh,
ia adalah hatimu yang tak pernah meneguh.
Jagalah isi kepalamu dengan penuh kebijaksanaan,
namun peliharalah hatimu tuk terus menuluskan.
Otakmu adalah aset yang selalu kau kembangkan,
orang lain pun mampu terpaku dengan seluruh kelogisan.
Tetapi hatimu adalah sebuah satuan yang tak lagi dapat terukur.
Orang tak akan memberi percaya pada rasa,
pula tak mampu terbaca oleh seluruh indra.
Karena sejatinya bila harus membandingkan antara kepala atau hatimu,
kebenaran akan selalu berpihak pada hati yang mewujud pun tak mampu.
Ia akan selalu disitu, bersama seluruh ragu yang telah terpupuk sendu.
Teruslah percaya pada hatimu, supaya kelak tiada sesal datang menjamu.
Bila bukan dirimu, lalu siapa lagi yang mampu?
-EN-
Komentar
Posting Komentar